Dulu seorang pembesar muda negri ini mengadakan suatu pesta dengan rekan-rekannya di halaman belakang villanya. Halamannya besar, dan ada kolam yang berisi sekitar 10 buaya, bukan buaya sungai Nil sih, tetapi tetep aja buaya.
Pesta berlangsung meriah.
Ditengah suasana pesta sang pembesar muda ini meminta perhatian pera hadirin. Sambil melepaskan jam tangan Rolexnya, dan mengayun-ayunkannya di depan hadirin, dia berkata :
"Rolex ini akan saya berikan bagi siapapun yang dapat menyeberangi kolam buaya ini!!"
Kasak-kusuk kecil terdengar diantara para hadirin yang telah berkumpul di pinggir kolam. Kemudian hening. Agak lama hening, sang pembesar mulai tertantang dan berteriak :
"Oke, saya perbesar hadiahnya"
"Ini, kunci mobil BMW saya, M5 Coupe, jadi tambahan buat siapa yang berani menyeberangi kolam buaya ini"
Sama suasananya. Hening.
Sang pembesar ini semakin panas, semakin tertantang tuk memberi hadiah lebih besar lagi.
"Heh.."
"Villa saya deh, villa ini jadi tambahan lagi"
"Ayo, Rolex, BMW M5 Coupe, villa bergaya tudor ini jadi milik Anda yang berani melakukannya"
Hening, tegang, cemas.
Sang pembesar sengaja mendiamkan lebih lama.
Satu menit, dua menit, tiga menit.
"Oke deh…"
"Istri saya…."
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara seseorang masuk ke kolam. Byur…byur…byur…Terlihat seorang pemuda dengan beringasnya bergerak sekuat tenaga menyeberangi kolam buaya itu, dan..berhasil sampai di ujung kolam dengan selamat dan nafas ngos-ngosan.
Melihat itu, semua hadirin tersentak, kagum, ngeri. Terlebih sang pembesar, wajahnya langsung pucat pasi, teringat ucapan terakhirnya. Segera dia menyuruh ajudannya untuk memanggil sang pemuda tadi.
Dengan wajah dimanis-maniskan, sang pembesar berkata :
"Maaf, Teman, asli tadi aku kelepasan bicara. Bukan maksudku untuk…"
"Ga penting!!" sela sang pemuda
"Saya cuma ingin satu hal"
"Apapun itu akan kupenuhi asal…" sang pembesar malu meneruskan kata-katanya
Sang pemuda berseru :
"Aku cuma ingin satu hal…"
"Menghajar sampai puas orang yang telah mendorongku tadi"
Ha..ha..ha..
*Apa intinya? Ga ada hehe. Ga semua keterpaksaan itu buruk, kadang itu malah membuat kita berada di posisi puncak 