belajar menulis, memaknai, menyemangati dan memahami…apapun

30 November 2008

kekuatan…

Filed under: titik awal
 
 

Syahdan, suatu hari seseorang yang mempunyai semangat besar, berdoa..

    "Ya Rabb, beri aku kekuatan untuk mengubah dunia"

Lima tahun berlalu dan dunia tak kunjung berubah. Dia berdoa lagi.

    "Ya Rabb, beri aku kekuatan untuk mengubah negaraku"

Lima tahun berlalu dan negaranya tak kunjung berubah. Dia berdoa lagi.

    "Ya Rabb, beri aku kekuatan untuk mengubah masyarakatku"

Lima tahun berlalu dan masyarakatnya tak kunjung berubah. Dia berdoa lagi.

    "Ya Rabb, beri aku kekuatan untuk mengubah diriku sendiri"

Dan dengan itu dia mengubah dunia.

 

 

**Gambar diambil dari sini. 

nakal…

Filed under: kontroversial

 

Salah seorang dosenku, pernah mengatakan, dalam kuliahnya :

    "Saya senang anak nakal"

    "Karena apa, karena artinya dia banyak akal"

Lalu beliau menulis di whitboard (papan putih ya)

     n - akal

    "N - akal, berarti dia memiliki akal sebanyak n, notasi matematika untuk melambangkan suatu angka"

Heh, boleh juga itu. Aku nakal. Disini n artinya tak terhingga hehe. Bisa jadi "pembenaran" nieh

 

 

 

 

*Dan tentu, n bisa juga berarti 1 

 

 

**Gambar diambil dari sini. 

posisi puncak…

Filed under: cerita-cerita
 
 
Dulu seorang pembesar muda negri ini mengadakan suatu pesta dengan rekan-rekannya di halaman belakang villanya. Halamannya besar, dan ada kolam yang berisi sekitar 10 buaya, bukan buaya sungai Nil sih, tetapi tetep aja buaya.

Pesta berlangsung meriah.

Ditengah suasana pesta sang pembesar muda ini meminta perhatian pera hadirin. Sambil melepaskan jam tangan Rolexnya, dan mengayun-ayunkannya di depan hadirin, dia berkata :

    "Rolex ini akan saya berikan bagi siapapun yang dapat menyeberangi kolam buaya ini!!"

Kasak-kusuk kecil terdengar diantara para hadirin yang telah berkumpul di pinggir kolam. Kemudian hening. Agak lama hening, sang pembesar mulai tertantang dan berteriak :

    "Oke, saya perbesar hadiahnya"

    "Ini, kunci mobil BMW saya, M5 Coupe, jadi tambahan buat siapa yang berani menyeberangi kolam buaya ini"

Sama suasananya. Hening.
Sang pembesar ini semakin panas, semakin tertantang tuk memberi hadiah lebih besar lagi.

    "Heh.."

    "Villa saya deh, villa ini jadi tambahan lagi"

    "Ayo, Rolex, BMW M5 Coupe, villa bergaya tudor ini jadi milik Anda yang berani melakukannya"

Hening, tegang, cemas.
Sang pembesar sengaja mendiamkan lebih lama.
Satu menit, dua menit, tiga menit.

    "Oke deh…"

    "Istri saya…."

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara seseorang masuk ke kolam. Byur…byur…byur…Terlihat seorang pemuda dengan beringasnya bergerak sekuat tenaga menyeberangi kolam buaya itu, dan..berhasil sampai di ujung kolam dengan selamat dan nafas ngos-ngosan.

Melihat itu, semua hadirin tersentak, kagum, ngeri. Terlebih sang pembesar, wajahnya langsung pucat pasi, teringat ucapan terakhirnya. Segera dia menyuruh ajudannya untuk memanggil sang pemuda tadi.

Dengan wajah dimanis-maniskan, sang pembesar berkata :

    "Maaf, Teman, asli tadi aku kelepasan bicara. Bukan maksudku untuk…"

    "Ga penting!!" sela sang pemuda

    "Saya cuma ingin satu hal"

    "Apapun itu akan kupenuhi asal…" sang pembesar malu meneruskan kata-katanya

Sang pemuda berseru :

    "Aku cuma ingin satu hal…"

    "Menghajar sampai puas orang yang telah mendorongku tadi"

Ha..ha..ha..

*Apa intinya? Ga ada hehe. Ga semua keterpaksaan itu buruk, kadang itu malah membuat kita berada di posisi puncak emoticon

24 November 2008

hobi…

Filed under: renungan

Apa hobi Anda?

Apa jawaban Anda?

Membaca…

Itu jawabanku dulu, ketika ditanya oleh Guru Matematika saat kelas 2 di SMA I Pekalongan. Guru saya, Pak Sulaeman, semoga Allah membuat wajahnya selalu ceria.

Apa tanggapannya?

    "Hobi kok membaca…"

    "Membaca itu kewajiban"

    "Hobi itu sesuatu kegiatan yang kita sukai, yang kita kerjakan pada waktu luang. Jika hobi Anda membaca, maka berarti Anda jarang membaca ya? Membaca itu wajib. Minimal Anda mewajibkan diri untuk membaca, setiap harinya"

Ok, diluar apakah definisi "hobi" menurut guru saya salah ataukah benar, saya setuju 120% jika seharusnya, seluruh warga Indonesia, mengalokasikan sebagian waktunya untuk membaca, setiap harinya.

Mulai saat itu membaca telah hilang dari hobi saya.

Ayo membaca!!!

Apa hobi Anda?

Hmmm apa ya….futsal*

 
 
 
*sebenere mau diisi belajar tapi kok keliatan sok-sokan banget yah ;)  

semangkuk bakso…

Filed under: iseng

Anda pasti pernah beli bakso kan?

Coba bayangkan.

Anda beli bakso lengkap. Ada mie, kuah, bakso.

Apa yang akan Anda makan pertama kali?

Boleh saya tebak?

Kuahnya dulu, bener gak?

Dan apa yang akan Anda makan terakhir?

Baksonya kah?

Ya..ya..jika saya membeli bakso, saya selalu mencicipi kuahnya dulu, baru kemudian menambah kecap, sambel, saos. Mengaduknya sampai rata kemudian…makaaaan.

Dan yang terakhir, pasti baksolah yang terakhir aku sisakan. Semuanya habis (mie dan kuah). Jadi bakso seperti makanan penutup, baksolah intinya.

Saya pernah mendengar dosenku bercerita. Beliau dulu kalau makan dengan lauk daging (ayam, sapi, kambing), pasti dagingnya akan dimakan terakhir. Jadi dia makan nasinya dulu. Daging adalah gongnya, penutupnya.

Apakah Anda begitu?

Saya dulu jika makan mie instan dengan nasi, maka nasinya dihabiskan dulu baru kemudian makan mienya, terakhir.
 
Kasusnya sama dengan bakso tadi.

Jadi, kalalu kita menyukai baksonya kenapa kita beli bakso lengkap dengan mienya? Bukankah akan lebih "memuaskan" jika kita beli bakso saja semangkuk.

Iya ya, kenapa saya juga mesti beli bakso lengkap, dan untuk kemudian, seperti biasanya, menyisakan bakso, untuk dimakan pada waktu terakhir.