Sajadah Panjang…

Yang karpetnya bermotif seperti sajadah? Biasanya warnanya hijau ada kuning-kuningnya.
Di desa yang saya tinggali di Sleman, hal itu jadi dilema.
Kenapa?
Karena para jamaah merasa seolah-olah satu kotakkan "sajadah" di karpet panjang itu adalah hanya bagi dirinya sendiri. Jadi para jamaah seakan-akan mengkaplingnya. Padahal saya perhatikan satu kotakkan cukup lebar. Dua orang satu kotakan memang tidak cukup, tapi jika 2 kotakan cukuplah 3 orang. Namun di desaku ini tidak, satu orang satu kotakkan, jadi mereka tidak akan "invasi" berdiri di kotakkan orang lain. Hasilnya? Shaf-shaf jadi tidak rapat, sangat renggang.
Bagaimana dengan aku?
Dilema!!!
Karena jika saya misalnya, merapatkan barisan dengan jamaah di kiri saya, maka akan ada jarak yang sangat lebar antara saya dan jamaah di kanan saya. Parahnya meski melihat jarak yang sangat lebar, jamaah yang di sebelah kanan saya tetap tidak bergeser ke kiri, merapatkan. Yah karena itu tadi, mereka tidak akan "invasi" berdiri di kotakan orang lain.
Heh, bagaimana ini?
Biasanya saya "mengalah" dengan kembali ke posisi, menyeimbangkan kerenggangan di kiri dan kanan saya biar pas. Tetep aja shaf jadi tidak rapi, renggang.
Apa besok-besok kalau mau beli karpet yang polosan saja ya? Satu warna gitu, hijau semua atau abu-abu semua, tidak ada "kotakannya".




