belajar menulis, memaknai, menyemangati dan memahami…apapun

19 December 2008

Sajadah Panjang…

 
Pernah solat di masjid atau musola yang ada karpetnya?

Yang karpetnya bermotif seperti sajadah? Biasanya warnanya hijau ada kuning-kuningnya.

Di desa yang saya tinggali di Sleman, hal itu jadi dilema.

Kenapa?

Karena para jamaah merasa seolah-olah satu kotakkan "sajadah" di karpet panjang itu adalah hanya bagi dirinya sendiri. Jadi para jamaah seakan-akan mengkaplingnya. Padahal saya perhatikan satu kotakkan cukup lebar. Dua orang satu kotakan memang tidak cukup, tapi jika 2 kotakan cukuplah 3 orang. Namun di desaku ini tidak, satu orang satu kotakkan, jadi mereka tidak akan "invasi" berdiri di kotakkan orang lain. Hasilnya? Shaf-shaf jadi tidak rapat, sangat renggang.

Bagaimana dengan aku?

Dilema!!!

Karena jika saya misalnya, merapatkan barisan dengan jamaah di kiri saya, maka akan ada jarak yang sangat lebar antara saya dan jamaah di kanan saya. Parahnya meski melihat jarak yang sangat lebar, jamaah yang di sebelah kanan saya tetap tidak bergeser ke kiri, merapatkan. Yah karena itu tadi, mereka tidak akan "invasi" berdiri di kotakan orang lain.

Heh, bagaimana ini?

Biasanya saya "mengalah" dengan kembali ke posisi, menyeimbangkan kerenggangan di kiri dan kanan saya biar pas. Tetep aja shaf jadi tidak rapi, renggang.

Apa besok-besok kalau mau beli karpet yang polosan saja ya? Satu warna gitu, hijau semua atau abu-abu semua, tidak ada "kotakannya".

 
 
**Gambar diambil dari sini. 

17 December 2008

Hidup Sekali…

Filed under: cerita-cerita
 

 

Dapat cerita bagus dari suatu training komunikasi yang pernah saya ikuti.

Syahdan di suatu pojok perempatan seorang tukang tambal ban sedang menambal ban motor pelanggannya. Iseng-iseng sang pemuda bertanya kepada Bapak itu.

    "Pak, ongkosnya berapa?"

    "Limaribu Nak"

    "Lah kalau boleh tahu, sehari biasanya dapat berapa Pak?"

    "Tidak tentu, kadang duapuluhribu kadang tigapuluhribu"

    "Wah, kok dikit ya Pak"

Bapak itu tersenyum,..

    "Alhamdulillah, Bapak sudah merasa cukup kok"

    "Kenapa tidak memasang "ranjau" Pak, pasti banyak deh yang kesini. Itu ditebar di sekitar jalan itu, nanti kempisnya pas di sekitar sini. Bisa dapat banyak tuh Pak"

Kembali, Bapak itu tersenyum…

    "Dapat banyak sih, tetapi saya ingin hidup sekali…berkah"

 

 

**Gambar diambil dari sini.