
Suatu malam, sepasang suami istri cemas melihat anaknya sakit demam. Suhu tubuhnya tinggi sekali.
"Pak coba minta obat dari Pak Kyai" bilang istrinya
Sang ayah sebenarnya sudah berfikiran serupa, tetapi ada rasa pakewuh jika minta sekarang yang sudah jam 11 malam lewat. Namun, melihat anaknya yang sakit, sang ayah pn membulatkan tekad untuk sowan ke Pak Kyai. Ditepisnya rasa pakewuh yang sedari tadi membebani hatinya.
Sampai di depan rumah Pak Kyai, suasana sudah sepi. Rasa pakewuh kembali menyelimutinya.
"Jadi tidak ya" gumamnya
Demi teringat anaknya, dikuatkanlah hatinya. Bismillah, diketuknya pintu rumah sambil mengucap salam. Hening. Dia menunggu sejenak. Sepi.
Dia mengetuk pintu lagi, tetapi sebelum mengucap salam, dia mendengar suara langkah kaki dari dalam rumah dan sebuah salam balasan, Pak Kyai.
"Oh kamu Pak Midun, silahkan masuk, ada apa ya?"
Pak Midun ragu, rasa pakewuh itu kembali menyerang.
"Benar kan, Pak Kyai sudah tidur. Wah aku mengganngu tidurnya" dalam hatinya
Pak Midun pun langsung mengutarakan maksudnya. Pikirnya supaya tidak lama-lama mengganggu Pak Kyai.
"Assalamualaikum Pak Kyai, maaf nyuwun panganpunten malam-malam mengganggu tidur Pak Kyai. Anak saya, Minah, sakit demam Pak, saya mau minta obat dari Pak Kyai. Maaf" ucap Pak Midun, dengan intonasi takut-takut
"Oh ya tunggu sebentar ya Pak" balas Pak Kyai berlalu ke belakang.
Pak Midun menunggu, dia mendengar suara gemericik air, Pak Kyai berwudu. Lalu, hening.
***—-***
Pak Kyai datang sambil membawa sebuah gelas berisi air putih. Meletakannya di hadapan Pak Midun.
"Ini Pak, diminumkan ke de Minah. Semoga bisa menjadi obat sakitnya. Amin!!!"
"Maturnuwun Pak Kyai" tutur Pak Midun antara haru dan gembira
"Tetapi Pak Kyai, saya tidak bawa apa-apa untuk membayar ini" sahutnya dengan suara hampir tidak terdengar
"Ah itu mah gampang Pak. Yang penting putranya sembuh dulu. Lekas diminumkan Pak"
"Ah ya Pak Kyai, maturnuwun maturnuwun. Saya pamit dulu, maaf maaf"
Setelah menyalami Pak Kyai, Pak Midun membawa gelas tersebut kembali ke rumah. Hatinya gembira setelah mendapat "obat" dari Pak Kyai.
"Semoga Minah sembuh"
Dalam perjalanan pulang Pak Midun berfikir sambil memandang ke gelas tadi.
"Bagaimana bisa ya, air putih menyembuhkan berbagai macam penyakit. Padahal ini hanya air putih biasa sepertinya. Cuma dibacakan doa-doa oleh Pak Kyai tadi. Apakah ini misteri Gusti Allah. Apa yang menyembuhkan penyakit? Air putih ini atau doa-doa yang mustajab dari Pak Kyai?" heran Pak Midun
Gubrak, karena memandangi gelas yang ada di tangannya. Pak Midun jatuh tersandung. Gelas yang berisi "obat" tadi pun jatuh, dan airnya tumpah ke tanah. Pak Midun tak percaya akan apa yang dialaminya, hampir menangis dia memungut gelas yang sudah kosong tersebut. Istighfar!!!
"Astaghfirullah, bagaimana ini. Kembali ke rumah dengan tangan kosong, atau meminta kembali ke Pak Kyai? Dua-duanya pilihan sulit"
Pak Midun bingung, dia berfikir sambil berjalan hingga sampai di depan rumahnya. Dia berhenti. Istri dan anaknya pasti sangat menanti kedatangannya dengan "obat" dari Pak Kyai. Dan sekarang di tangannya hanya ada gelas dan tutupnya. Matanya memandang ke depan rumahnya, lalu munculah ide itu.
Di lincak depan rumahnya terdapat botol bekas air mineral yang biasa dipakai tempat minum anaknya jika ke sekolah, dan masih ada airnya. Tanpa buang-buang waktu Pak Midun langsung menuang air di botol tersebut ke gelas yang dibawanya. Pak Midun duduk di lincak, menangis.
"Ya Allah jika benar Engkaulah yang menyembuhkan, maka tak masalah darimana air tersebut, dari Pak Kyaikah atau dari botol ini" lirih Pak Midun, kemudian menangis…
******
Setelah menguasai dirinya, mengusap air matanya, dia lalu masuk ke rumah.
"Bagaimana Pak?" sambut istrinya
Pak Midun hanya diam, kemudian mengulurkan gelas yang ada di tangannya.
"Alhamdulillah" sahut istrinya menerima gelas tersebut.
Begitu gembiranya, sampai tidak memperhatikan raut muka suaminya.
Istrinya langsung meminumkan air dalam gelas tersebut ke Minah, anaknya.
"Bismillah"
Tanpa menyadarinya.
*******
Dua hari kemudian, si Minah sudah berangkat sekolah seperti biasanya.
"Alhamdulillah, si Minah sudah sembuh ya Pak. Doa Pak Kyai memang manjur ya"
Pak Midun hanya tersenyum kecil. Doa memang manjur ya.
**Gambar diambil dari sini