belajar menulis, memaknai, menyemangati dan memahami…apapun

24 February 2010

Adik Bungsu!

Filed under: iseng
 

 

 

Anda punya adik? Berapa adik Anda?

 

Menurut Anda, adik bungsu akan lebih pintar atau lebih bodoh daripada kakaknya? Baca ulasanku….*nggaya*

 

Adik bungsu akan lebih pintar, karena :

 

1.      Dia menimba ilmu dari banyak orang

Jelaskan, jika dia punya kakak 3, jelas dia akan belajar dari 5 orang, juga orangtuanya.

2.      Banyak yang mengajarinya

Jikapun tidak mau belajar, kakaknya pasti akan mengajarinya. Bedanya dengan no 1 adalah jika no 1, adik kita mau belajar atau menyerap ilmu dari orang lain, jika no 2 kita yang mengajarinya. Kalau keduanya bergabung, adik kita mau belajar dan kita mau mengajari jadi mantab!!!

3.      Jika kakaknya ahli utak-atik komputer, masak adiknya tidak bisa

Ini lebih ke gengsi kakaknya. Iyalah, pernah tidak ditanya teman :

Masak,  kangmase wae wes blusukan tekan endi endi kok adine deso sebelah wae kesasar” (Masak, kakaknya saja sudah melancong kemana-mana, kok adiknya ke desa tetangga saja tersesat)

Paham maksudku kan?

4.      Adik bungsu punya motivasi untuk lebih pintar dari kakaknya

Jika adik kita punya kakak pintar *kayak saya*, masak iya tidak termotivasi untuk lebih pintar?

 

 

Bagaimana? Ada alasan lain? Atau punya pendapat sebaliknya, akan jadi lebih bodoh, yo bandingkan.

 

 

**Gambar diambil dari sini.

23 February 2010

Yang Baik dan Yang Buruk!

Filed under: renungan
 

 

Dapat suatu cerita bagus dari buku Ngefriend Sama Islam #5 karya Mas Teguh Iman Perdana, hal 179.

Saya kutip utuh. Beliau bercerita seperti ini :

 

            Suatu hari, dalam acara “Delta Fiesta” di Delta FM Jakarta, Shahnaz Haque membacakan kisah tentang seorang mantan calon astronaut pesawat ulang-alik Challenger, yang merasa hancur hatinya ketika akhirnya tahu bahwa ia gagal terpilih meskipun sudah memasuki babak akhir seleksi. Semula, ia begitu yakin dan percaya diri akan mampu lolos seleksi. Sempat ia mempertanyakan kenapa Tuhan membiarkan hatinya hancur seperti itu.

 

            Beberapa bulan kemudian, saat Challenger siap mengudara, matanya tegang menatap kejadian itu di layar televisi dan merasa harapan hidupnya ikut terbang seiring mengudaranya Challenger! Batinnya kembali menjerit, Mengapa Tuhan tega membuat cita dan harapanku sirna begitu saja?

 

            “Tujuh puluh tiga detik kemudian,” papar Shahnaz membacakan akhir cerita itu, “Tuhan menjawab jeritanku ketika Challenger meledak menjadi bunga api raksasa dan menewaskan seluruh awaknya ….”

 

            Saya terkesima mendengar kisah itu dan ayat 216 surah Al-Baqarah itu bagai mengiang dengan kencang di batin saya…

 

**Gambar diambil dari sini.

17 February 2010

Bocah 2!

Filed under: iseng
 
 

 

Sore, di pertigaan UNY- Gejayaan -begitu yo namanya. Aku berkendara dari arah selatan, mau ke kekiri, menuju arah UNY. Lampu merah.

 

            Aku menyalakan sein kiri. Tiba-tiba :

 

            “Mas, ikut membonceng ya”

 

            Hah, dua anak kecil, anak jalanan sepertinya.

 

            “Kemana?”

 

            “Ke perempatan Sagan”

 

            Aku mengira mereka tahu aku mau ke sana karena aku menyalakan sein ke kiri.

 

            Wah bagaimana nih? Baru pertama kalinya aku diminta bantuan sama anak kecil yang tidak aku kenal. Antara ya dan tidak. Antara mau menyanggupi dan menolak.

 

            Lampu hijau.

 

            Aku menjalankan motor.

           

            “Sana saja Dik” kataku sambil menunjuk ke depan.

 

            Maksudku memboncengnya di depan saja, sehabis tikungan. Soalnya lampu sudah hijau, menghalangi jalan *alesan Sun, ngemeng wae wegah :p

            Tetapi sepertinya isyaratku dipahami keliru. Mereka tidak berlari menghampiri, tetap di tempatnya, mencari pengendara yang lain *yes. Ya sudah, aku jalan terus.

 

            Kok jadi paranoid gini Sun. Sambil jalan, kupikir-pikir, kecewa juga aku, tidak bisa membantu. Jangan-jangan tadi itu reality show Tolong-nya RCTI *kebanyakan nonton sinetron, bletak.

 

 

**Gambar diambil dari sini.

16 February 2010

Biologi Libur!

Filed under: kontroversial

 

Rabu, jam 5.12 pagi. Dapat sms dari dosen pembimbingku.


        “Sunu, tolong nanti jam 8.15 ambil revisi skripsinya” proposal maksudnya


Pilihan > balas.


        “Maaf Pak, sudah saya ambil kemarin. Sekarang sudah saya perbaiki dan nanti insya Allah saya kumpulkan lagi”


Kirim.


Rabu, jam 3.15 sore.


    Ternyata tidak bisa menyerahkan revisian pagi hari, karena harus menambal gigi di RSGM Soedomo UGM. Jadinya sore baru bisa ke ruang dosen. Ternyata masih ada mahasiswa yang konsultasi. Ya sudah sholat dulu.


Rabu, jam .3.30 sore


Naik lagi ke lantai 3. Masih belum selesai konsultasinya. Cari tempat duduk. Mau menulis sesuatu, datang teman dari lab KJT. Ngobrol-ngobrol.


Rabu, jam 4.00 sore


        Akhirnya konsultasi selesai juga. Langsung menemui dosen pembimbing. Niatnya cuma menyerahkan revisian, tapi diajak ngobrol, dikasih jeruk lagi hahaha…. Naskah dilihat sebentar. Kemudian langsung dikembalikan. Disuruh memperbaiki tinjauan pustakanya, sangat kurang.


Kamis.

        Tidak bisa memperbaiki proposal, karena harus terkapar lagi di kursi dokter gigi. Perawatan saluran akar tahap 2. Siangnya rapat bareng teman-teman Formasigen *nggaya mode on. Padahal pengin ke perpus. Sudah tutuplah, kalau sore. Besok jumat saja.


Jumat, 9.30 pagi


        Ke kampus, berniat langsung ke perpus. Lha kok sepi kampus. Ah ke lab Fisiologi Hewan dulu, ngecek pendaftaran asisten. Lha kok, tutup gedung labnya. Ya sudah ke perpus. Lha kok perpus tutup juga. Ini jumat kan? Lihat ada pengumuman, ternyata ada outbond dosen dan karyawan di wanagama jadi perpus tutup. Tutup atau libur nih. Mengitari gedung lab, ternyata tutupan semua pintunya. Ah bener-bener libur nieh.


Ke parkiran.


        “Sun, gak jadi ya”


        “Iya nih, libur yo hari ini”


        “Bukan libur, tapi ada outbond dosen dan karyawan”


        “Kenapa tidak sabtu saja?”


        “Yah biar sabtu mereka libur juga”


Hahahaha…..


Ah, sudahlah. Pergi.

 

 

**Gambar diambil dari sini. 

12 February 2010

Parkir!

Filed under: kontroversial, iseng
 
 
 

Kamis pagi, ke kampus. Rencananya mau ambi uang di atm BNI di kptu Fakultas Teknik UGM. Pacu motor, parkir di Mustek, musholanya teknik. Turun, mencantolkan helm di bawah jok. Helm bagus je.

 

        “Mas, mau kemana” tegur seorang Bapak, aku tahu dia, yang biasa membersihkan mushola ini

        “Ke kptu Pak. Ambil uang di atm”

 

        “Jangan parkir di sini. Tidak boleh”

 

        “Loh kenapa Pak. Terus parkirnya di mana” aku heran, biasanya aku pasti parkir di sini, samping mushola.

        “Ya parkirnya di sana” kata Bapaknya sambil menunjuk tempat parkir di sebelah kptu

 

Aku pun duduk di teras mushola, di dekat Bapak itu.

 

            “Memangnya tidak boleh parkir di sini ya Pak. Kalau parkir di seberang jalan boleh tidak?” tanyaku sambil menunjuk segerombolan motor di seberang jalan, sebelah selatan mushola.

 

            “Tidak boleh. Lihat saja itu motor yang diparkir, bannya digembosin semua. Helmnya juga diambil”

 

Doh…aku baru sadar. Iya semua motor yang ada disitu. Ada 6, 3 di samping mushola, termasuk punyaku, dan 3 diseberang jalan, semuanya tanpa helm, kecuali punyaku tentunya, kan dicantolin di jok hehehe. Lalu aku pun melihat ban belakangnya, setengah kempis semua. Walah….

Datang seorang Bapak lagi, lebih muda, dosen kayaknya. Duduk di teras, memakai sepatunya. Yang aku heran, dia menenteng empat helm. Wah…wah berarti yang melakukannya Bapak ini.

          “Pak, memang tidak boleh parkir di sini ya” kataku langsung, penasaran juga.

 

        “Boleh kok, asal punya keperluan di mushola”

 

        “Lah kalau ke kptu sebentar ambil uang lalu ke mushola boleh tidak?”

 

        “Ya boleh….intinya ada keperluan di mushola”

 

        “Kenapa tidak boleh parkir di sini?”

 

        “Ya karena ini peruntukkannya untuk orang-orang yang punya keperluan di mushola. Kalau tidak begini, nanti sini menjadi tempat parkir umum Mas”

 

Hehehe….

 

            “Kita sering kena tegur, karena jalan di depan ini (samping mushola) penuh oleh motor yang parkir. Yang parkir di jalan padahal punya keperluan di mushola. Kenapa parkir di jalan? Karena tempat parkirnya sudah penuh oleh  orang-orang yang malah tidak punya keperluan di mushola. Kalau saya sempat saya pasti ke sini, mengecek. Kelihatannya banyak motor yang parkir, tetapi mushola sepi, tidak ada orang. Ketika waktu sholat tiba, orang-orang kehabisan lahan parkir. Jadi parkir di jalan. Kita kena tegur lagi”

 

Tiba-tiba datang mahasiswa, meminta helmnya yang diambil. Bapak itu memberikan sambil berpesan jangan diulangi lagi.

 

            “Oke Mas. Silahkan saja kalau mau ke mushola, parkir di sini tidak apa-apa” pamit Bapak muda itu sambil bergegas pergi. Sambil menenteng helm tentunya.

 

            “Pak, itu dosen ya? Takmir sini ya?”

 

            “Iya Mas, dia takmir sini. Kelihatannya dosen kimia”

 

Hahaha waduh, berarti aku harus punya keperluan di mushola nieh *alesan, padahal niatnya cuma parkir terus ambil uang di kptu, terus kaboor. Aku pun lalu ke kptu, ambil uang, lalu kembali lagi ke mushola. Duduk2 sebentar wkwkwk

 

            Aku terus berfikir, kenapa aku parkir di sini? Karena dekat dengan kptu. Lah bukannya ada parkiran di sebelah kptu Sun, kenapa tidak di sana saja? Nah ini masalah yang lebih utama hayah, parkir di kptu itu tidak gratis alias membayar, limaratus perak. Kecil memang, tetapi ambil uang di atm kan juga cuma sebentar. Sayang saja, ke kptu sebentar harus membayar ongkos parkir, di kampus sendiri lagi, kan saya mahasiswa ugm juga, masak iya saya harus membayar parkir. Kemana saja uang saya? Xixixixi *mulai mempolitisir.

            Ada mahasiswa lagi, parkir di seberang jalan. Belum sempat turun.

 

            “Mas mau kemana?”tanya Bapak yang juga menegurku tadi.

 

            “Ke kptu sebentar Pak”

Nah lho…

 

            “Tidak boleh parkir di situ, parkir di sebelah sana” menunjuk ke parkir kptu.

 

Dan, mahasiswa itu pun pergi. Mungkin juga parkir di kptu, yang membayar, padahal mungkin juga cuma ambil uang seperti saya. *menghela nafas

 

Di satu sisi, saya setuju, di sisi lain?

 

Bagaimana ini?

 

 

**Gambar diambil dari sini.